Konfigurasi Repository Offline Pada Ubuntu

Maret 17, 2011 § Tinggalkan komentar

Repositori pada sistem operasi Linux adalah sesuatu yang sangat penting. Dari sinilah kita bisa menambahkan perangkat lunak yang kita butuhkan yang belum terinstal pada sistem kita. Pada Ubuntu, jika repositori belum dikonfigurasi (default) maka alamat repositori akan menunjuk pada server repositori utama Ubuntu. Sayangnya hal ini cukup memakan bandwidth kita, terutama untuk yang koneksi internetnya masih kurang. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Salah satu cara yang bisa kita gunakan adalah mengganti dengan repositori offline.

Repositori offline adalah menggunakan repositori yang sudah disalin ke harddisk atau DVD kita. Cara ini memang agak merepotkan karena cukup memakan space harddisk kita. Sebagai gambaran ukuran repositori Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat) adalah sekitar 33GB, cukup besar bukan? Tapi cara ini menurut saya cocok dijadikan solusi untuk orang yang cukup aktif menggunakan Ubuntu, namun tidak memiliki fasilitas internet. Walaupun saat ini internet adalah hal yang cukup mudah didapat, tapi belum semua orang bisa menikmatinya dengan cekup leluasa.

Berikut ini adalah langkah-langkah mengkonfigurasi repositori offline (dalam contoh ini saya menggunakan repositori yang sudah saya salin ke dalam harddisk):

1. Pastikan alamat dari repositori sudah diketahui dan bisa diakses. Misalnya /media/repositori/maverick.

2. Buka terminal. Alt+F2, ketikkan:

gnome-terminal

3. Pada terminal ketikkan perintah:

sudo gedit /etc/apt/sources.list

4. Jika diminta memasukkan password, maka masukkan password user. Perintah ini akan memunculkan aplikasi gedit untuk membuka file sources.list yang terletak pada direktori /etc/apt/ dengan hak akses sebagai root.

5. Hapus semua tulisan yang ada disitu, kemudian ketikkan:

deb file:///media/repositori/maverick maverick main multiverse universe restricted

6. Setelah selesai diketikkan, maka simpan dan tutup aplikasi tersebut. Kemudian ketikkan perintah:

sudo apt-get update

7. Perintah diatas digunakan untuk mengupdate repositori kita ke konfigurasi yang baru saja kita ubah.

Keterangan:

– tulisan warna hijau diganti dengan path dimana kita meletakkan repositori kita.

– tulisan warna merah muda diganti dengan versi Ubuntu yang kita gunakan.

Iklan

Corat Coret

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Konfigurasi Repository Offline Pada Ubuntu at Sekedar Catatan Kaki.

meta

%d blogger menyukai ini: